TRAGEDI SANG PEMIMPIN GRUNGE : KURT DONALD COBAIN


R.I.P. : Kurt Donald Cobain, 20 Februari 1967 - 5 April 1994

Pagi dirumah kacanya yang berada di Seattle, Kurt duduk terdiam sambil mengisap rokok Camel Light, serta minum root beer. Lalu diambilnya surat dari dalam sakunya. Surat ini sudah dia tulis beberapa saat lalu. Sekarang, Kurt ingin menambahkan sesuatu. Lalu ia mulai menulis: “kumohon teruslah hidup Courtney, untuk Frances, untuk hidupnya yang akan lebih bahagia tanpa aku. Aku cinta padamu. Aku cinta padamu.” Setelah selesai, Kurt meletakkan surat tersebut di permukaan surat tersebut di permukaan pot yang ada didekatnya, menusukkan pena di tengah-tengah kertas seperti penyangga untuk mengangkat kertas tersebut dari tanah.

Surat Kurt Cobain yang di tulis sebelum meninggal

untuk melihat versi prin bisa klik disini

Sesaat, lalu diambilnya pistol Remington dari sarung pistol berbahan nylon. Lalu Kurt melipat sarung pistol dengan rapi. Jaket yang dia pakai juga dilepas, diletakkan di atas sarung tersebut. Kemudian diambilnya dua helai handuk yang sudah disiapkan, dan ditumpuknya di atasnya. Dia pergi ke wastafel untuk mengambil air sedikit, ini akan digunakan untuk memasak heroin black tar ala meksiko seharga 100 dolar. Sebelum meracik heroin, dia keluarkan kotak yang berisi butiran peluru, membuka dan mengambilnya tiga butir. Dimasukkannya ke dalam magasin, mengokangnya, serta melepas pengamannya.

Dinyalakannya lagi sebatang rokok Camel Light sambil meminum beberapa teguk bir Barq’s kaleng. Sekarang, dia ambil heroin yang dia siapkan tadi kira-kira seukuran penghapus pensil, lalu meletakkannya di atas sendok. Sesaat heroin sudah dimasak, secara cermat disiapkan alat suntik, kemudian mengambil heroin yang siap pakai, mengarahkan suntikan tersebut ke arah lengan, sedikit diatas siku, dekat tato huruf “K”. Aliran heroin di dalam darah langsung menyergap Kurt dalam perasaan melayang, sekelilingnya jadi bergerak, bergoyang, tak ubahnya seperti kita melihat gambar-gambar psikedelik. Dalam keadaan inilah, Kurt langsung meraih Remington dan membuka mulutnya lebar-lebar. Ujung pistol sudah masuk ke langit-langit mulutnya, kemudian ia pergi……….

Pertengahan Maret 1994

Semua berawal dari Kurt Cobain dan istrinya, Courtney Love, mulai terlibat percekcokan yang tak kunjung usai. Mulai dari Kurt yang mengunci diri di dalam kamar tidur, tidak mau bertemu Courtney, hingga pertengkaran mereka di dalam taksi. Lalu Kurt mulai berkelana dari motel satu ke motel lainnya, karena merasa dia bisa menggunakan narkoba di tempat lain selain rumahnya sendiri. Dia sempat berkenalan dengan Catilin Moore, seorang bandar yang tinggal di persimpangan 11th street dengan Denny Way. Di aparteman Moore lah, Kurt sering menghabiskan waktunya. Sesekali dia sempat membeli burrito di Taco Time di Madison.

21 Maret 1994, setelah Kurt berhasil kabur dari rencana intervensi soal ketergantungannya terhadap narkoba sudah bocor, dia ditemani Krist Novoselic pergi. Bahkan Krist sempat menawarkan makan malam di restoran mewah, namun Kurt hanya ingin hamburger. Krist pun menyetir mobil menuju kedai Jack in the Box. Dalam perjalanan, tiba-tiba Kurt menyuruhnya berputar arah dengan alasan burger ditempat yang mereka tuju terlalu berlemak. Akhirnya Krist mengarahkan mobil ke Capitol Hill. Di tempat ini lah Krist baru sadar kalau semua akal-akalan Kurt belaka. Dia hanya memanfaatkan temannya tersebut untuk mengantarkannya membeli obat bius lagi. Mereka berdua sempat bertengkar, sampai akhirnya Kurt lari keluar dari mobil.

Kejadian ini membuat rencana intervensi terhadap Kurt gencar diusahakan. Sampai akhirnya tanggal 25 Maret, semua orang dari label rekaman, manajemen Nirvana, anggota band, serta sang istri berhasil mengepung Kurt, mengancamnya agar ikut rehabilitasi atau karirnya habis. Kurt berang, dia pergi ke basement dan marah kepada semua orang. Beberapa hari berselang, entah kenapa, akhirnya Kurt setuju untuk ikut rehabilitasi. Pat Smear dan Michael Meisel dari Gold Mountain menjemput Kurt di bandara LAX, Los Angeles, dan membawanya ke Exodus Recovery Center, sebuah unit dari rumah sakit Daniel Freeman Marina Del Rey. Tempat ini adalah tempat rehab favorit para bintang Amerika. Kurt di tempatkan di kamar 206 dengan tempat tidur besar. Sehari setelahnya, dalam sesi pengobatannya, dia menyangkal kalau dia punya masalah dengan heroin. Anehnya, keesokan harinya sikapnya berubah. Kurt terlihat sangat sehat. Dia bahkan sempat bermain dengan Frances (1 tahun 7 bulan), anaknya ketika berkunjung bersama Jackie, perawatnya. Siang harinya Kurt sempat berbincang dengan Gibby Hayes dari band Butthole Surfers, dan disaat ini Gibby bercerita tentang seseorang teman rehabilitasi yang melarikan diri lewat tembok belakang. Dengan berkelakar Gibby bilang betapa bodohnya orang tersebut harus lari dengan cara demikian, padahal pintu depan pun tidak dikunci. Kurt pun tertawa terbahak-bahak.

Sekitar jam 19:23 petang, Kurt masih sempat menjawab telepon yang mencari teman sekamarnya, Michael Meisel. Tapi dua menit kemudian, dia sudah keluar lewat pintu belakang Exodus, memanjat tembok setinggi 6 kaki dan kabur. Perlakuannya persis cerita dari Gibby. Dua jam setelah itu Kurt sudah menggunakan kartu kreditnya untuk membeli tiket Delta Flight 788 kelas satu tujuan seattle. Di dalam pesawat, dia sempat juga mengobrol dengan Duff McKagan (basis Gun’s N Roses). Dia mengaku pada Duff kalau baru saja kabur dari tempat rehab, dan menurut Duff dia juga paham dengan masalah itu. Saat pesawat mendarat, Duff sempat menawarkan tumpangan padanya, tapi ketika dia berbalik ternyata Kurt sudah menghilang. Rupanya Kurt langsung menuju rumah yang dibelinya di Seattle beberapa waktu lalu, sempat bertemu Cali dan Jessica yang menjagai rumahnya, dia minta untuk menghubungi Courtney di Hotel Peninsula. Sayang, Kurt lupa password agar bisa bicara dengan istrinya, karena beberapa kali dia ditolak oleh operator untuk terhubung ke kamar Courtney walau sudah berkeras mengaku sebagai suaminya. Dua puluh menit kemudian, Kurt memanggil taksi dan minta di antar ke Seattle Guns dan membeli sekotak peluru senapan berisi 20 butir.

Di Los Angeles, Courney kebingungan mencari keberadaan Kurt, dia kuatir kalau sesuatu terjadi dengan suaminya. Dia sempat menghubungi detektif swasta untuk menelusuri jejak Kurt setelah kabur dari tempat rehab. Bahkan Cali dan Jessica juga dimintai bantuan, walau pada awalnya mereka tidak bilang kalau sudah bertemu Kurt. Akhirnya Cali yang saat itu sedang menginap di apartemen Jennifer Adamson, kembali ke rumah Kurt dan mencari di setiap kamar. Semua nihil. satu-satunya alasan adalah, dia lupa mencari Kurt di rumah Kaca, lupa mencari ditingkat atas garasi. Keteledoran ini harus dibayar mahal, inilah hari-hari terakhir Kurt Cobain masih bernafas, sambil mengatur segala sesuatunya serapi mungkin, menuju jalan yang dia impikan selama ini, tempat istirahat yang panjang…….dunia kematian.

Dikutip dari beberapa sumber

3 thoughts on “TRAGEDI SANG PEMIMPIN GRUNGE : KURT DONALD COBAIN”

  1. W NGFANS BGT SMA KURT COBAIN……BRAWL DRI CWOX W YG SKA BGT SMA KURT COBAIN….DRI SMNJAK TH W MLAI SKA SMA KURT COBAIN….BRKAT CWOX W..W AKHR’A TAU KLO HDP PNH PRJUANGAN YG BSAR UNTK MLNJUTKAN HDUP K”DPAN”A…..???????

  2. peae love empathy kurt…. let me sing for you kurt….I want to meet you kurt,…. although only in a dream,, grunge neverdie,,,,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s