DEWI-DEWI ROCK & METAL

DEWI-DEWI DALAM MUSIK ROCK DAN METAL


Sebuah karya dari wanita berbakat dan menakjubkan dalam musik ROCK dan METAL.

Rock dan Metal digunakan untuk menjadi bagian laki-laki, tetapi musik terus berkembang, peran musisi perempuan sangat meningkat dalam genre ini. Dalam artikel ini akan disajikan para wanita yang tampil di beberapa musik mainstream dan musik underground paling terkenal hard rock dan band-band metal, tulisan artikel ini akan mempersembahkan kepada musisi perempuan terbaik yang aktif sampai saat ini.

DEWI-DEWI ROCK & METAL
DEWI-DEWI ROCK & METAL

Banyak wanita di musik rock dan metal berhasil menarik sejumlah besar perhatian karena penampilan fisik mereka, tapi bagaimana dengan bakat sejati? Dari menyanyi, berteriak dan keahlian dalam instrumental, ini adalah daftar lengkap dari wanita yang sebagian membuat kebisingan dalam genre paling keras di dunia. Lihatlah lebih dari 30 Maha Dewi Rock dan Metal di bawah:

1. Evanescence’s Amy Lee

 Evanescence’s Amy Lee

Evanescence’s Amy Lee

Evanescence Amy Lee telah menjadi idola bagi banyak penyanyi wanita, penulis lagu, dan pianis di seluruh dunia.
Penyanyi Amerika ini menjadi perempuan paling berpengaruh dalam musik rock dengan merilis album Evanescence ‘Fallen’ pada tahun 2003. Penampilannya di ‘Bring Me to Life’, ‘My Immortal’, ‘Call Me When You’re Sober’ dan lebih banyak hits lagi telah menempatkan dia di pusat perhatian selama satu dekade, dengan kecantikannya yang gothic dan bakat di musik yang ia punya menyaingi hampir semua musisi yang aktif saat ini. Setelah menyelesaikan jadwal tur yang berat tahun 2012, Lee saat ini sedang istirahat untuk “memikirkan hal-hal lainnya.”

2. Arch Enemy’s Angela Gossow

Arch Enemy’s Angela Gossow
Arch Enemy’s Angela Gossow

Ketika Arch Enemy menyambut Angela Gossow, popularitas band ini melejit. Sebut saja kebetulan, sebut saja takdir, tetapi vokal buas Angela, yang mengingatkan akan Carcass ‘Jeff Walker, membawa serikat suci untuk band featuring Carcass Axeman Michael Amott.
Kelompok melodic death metal ini diberi keunggulan tambahan dengan suara Gossow dan aksi panggung yang memukau.

3. Within Temptation’s Sharon den Adel

Within Temptation’s Sharon den Adel
Within Temptation’s Sharon den Adel

Vokalis Within Temptation : Sharon den Adel dinobatkan oleh pembaca sebagai Rock Goddess of the Year 2011 di ajang Loudwire Music Awards. Sangat mudah untuk memahami mengapa: karena suara Sharon dan dia seorang penulis lagu yang sangat kuat.
Biduanita Belanda ini telah bermain di band sejak usia 14, 25 tahun pengalaman. Dengan memiliki rentang mezzo soprano-, Sharon den Adel terdengar seperti penyanyi klasik yang terlatih, tapi dia sebenarnya sebagian besar otodidak. Suara epik dan menenangkan itu berasal dari berlatih tiga atau empat jam per hari.

4. Lacuna Coil’s Cristina Scabbia

 Lacuna Coil’s Cristina Scabbia

Lacuna Coil’s Cristina Scabbia

Band Italia “Lacuna Coil” menggabungkan heavy metal, musik alternatif dan rock gothic menjadi suara yang sangat unik, dengan Cristina Scabbia sebagai co-penyanyi dari band ini.
Suaranya membantu membuat band begitu unik karena memadukannya dengan suara kasar vokalis laki-lakinya Andrea Ferro hingga membawa dinamika menarik untuk musik yang mereka usung. Hal ini termasuk dalam konteks death metal dan band metalcore dimana bergantian antara penyanyi “baik / vokal buruk”, tapi di sini Lacuna Coil fokus pada kualitas terbesar dengan dinamika ini. Suara Scabbia yang membawa suasana hati yang lebih tenang, musik lebih halus untuk membawa pendengar nyaman sebelum aspek yang lebih agresif ikut bermain.

5. Otep Shamaya

Otep Shamaya
Otep Shamaya

Shamaya adalah salah satu perempuan terkenal di genre metal. Otep adalah band yang menerobos dengan lagu “kejang” dan tak terduga bersama dengan vokal emosionalnya: Shamaya.
Frontwoman ini tergolong vokal yang gila dengan suaranya yang membawa unsur bahkan lebih gila dengan musik yang sudah gila dari Otep. Shamaya selain sebagai frontwoman metal yang ekstrim, dia juga sebagai model peran bagi wanita yang mungkin berjuang dengan masalah seksualitas.

6. Halestorm’s Lzzy Hale

Halestorm’s Lzzy Hale
Halestorm’s Lzzy Hale

Halestorm masih sebuah band relatif baru di mata publik, tetapi kenyataannya adalah mereka telah sekitar selama 15 tahun. Frontwoman Lzzy Hale mulai menulis musik dengan kakaknya Arejay drummer sejak ia berusia 13 tahun, dan tahun kemudian, Halestorm lahir.

Di kedua dari album studio full “Halestorm” itu, Lzzy memberikan gaya rock yang keras baik pada vokal dan gitar. Perform dia dalam lagu ‘Love Bites (So Do I)’ th 2013 membawa kemenangan di ajang Grammy untuk Best Hard Rock / Metal Performance. Lzzy telah mencapai banyak hal bahkan sebelum beranjak usia 20-an dia telah berhasil menempatkan dirinya di antara dewi rock paling papan atas.

7. In This Moment’s Maria Brink

 In This Moment’s Maria Brink

In This Moment’s Maria Brink

Vokalis In This Moment : Maria Brink telah menjadi salah satu perempuan metal modern yang paling populer. Sangat mudah untuk melihat mengapa Brink tercinta hanya dengan menatapnya, tapi In This Moment penggemar, Brink jauh lebih dari sekedar keindahan yang menakjubkan.

Mungkin bakat paling menonjol frontwoman adalah kemampuannya untuk nada augment dan diminish di antara lirik-liriknya. Lengkingan Brink antara nada rendah dan atas saat berteriak pada trek seperti ‘The Gun Show’ dan ‘Blood,’ menciptakan lengkungan besar di tengah-tengah alurnya nya. Brink juga memiliki suara seorang bintang pop, yang juga terintegrasi baik ke dalam penggalan lagu In This Moment sehingga terdengar ringan dan berat.

8. The Agonist’s Alissa White-Gluz

 The Agonist’s Alissa White-Gluz

The Agonist’s Alissa White-Gluz

Agonis adalah band melodic death metal dari Kanada digawangi oleh wanita yang berambut kadang-biru-ungu Alissa White-Gluz. Suara “Clean” vokalnya digunakan kedalam elemen yang lebih Chaotic dari musik band Agonis, sehingga vokalnya yang ekstrim terdengar menyegarkan dan mengikat.

Bakat suara Alissa membebaskan band untuk benar-benar melakukan apapun yang mereka inginkan karena suaranya yang beragam dapat menangani apa pun dari keinginan band yang disuguhkan padanya. Untuk memberikan gambaran tentang bagaimana beragam kemampuan wanita ini adalah, dia membantu mengisi suara untuk Nightwish Annete Olzon di satu pertunjukan th 2012.

9. Tarja Turunen

 Tarja Turunen

Tarja Turunen

Penyanyi opera Tarja Turunen terkenal karena hampir selama satu dekade sebagai vokalis symphonic Finnish power metal “Nightwish” band. Yang paling mengesankan tentang dia adalah bahwa sebelum bergabung dengan band, dia tidak pernah menjadi Metalist.

Rupanya band ini mendekatinya karena mereka tahu dia adalah seorang penyanyi yang baik. “baik” adalah kata untuk menggambarkan bakat kelas dunia Tarja. Nightwish membantu membuka jalan baginya menjadi pentolan scene opera symphonic power metal di kemudi hari. Sayangnya, ia dipecat dari Nightwish melalui sebuah surat terbuka. Sejak itu, Tarja telah memulai karier solo yang sukses.

10. Orianthi

 Orianthi

Orianthi

Banyak orang mengenal si shredding Orianthi lewat ‘This Is It,’ film yang mendokumentasikan tur naas Michael Jackson th 2009. King of  Pop bisa memilih siapa saja yang jadi pengiringnya tapi pilihan dia jatuh pada gadis ajaib berusia 24  Orianthi. Tidak satupun yang berhenti di capainya, dia telah merilis tiga album solo dan saat ini dia menjadi anggota tur band Alice Cooper.

Anda masih belum terkesan? Orianthi telah bermain bareng di satu panggung dengan sang Pangeran Gitar di pertunjukannya, dan dia juga diberikan waktu sendiri untuk membuka pertunjukan sang Pangheran legendaris gitaris virtuoso Steve Vai. Di antara semua ini, dia meluangkan waktu menulis musik untuk TV dan video game. Resume yang seharusnya bisa ia simpan untuk dijadikan satu album dia, tapi Orianthi tampak seperti tidak perduli dengan aturan utamanya itu.

11. Dead Sara’s Emily Armstrong + Siouxsie Medley

 Dead Sara’s Emily Armstrong + Siouxsie Medley

Dead Sara’s Emily Armstrong + Siouxsie Medley

Dead Sara digawangi dua perempuan fenomenal. Dipimpin oleh vokalis Emily Armstrong, Dead Sara merilis debut self-titled album pada tahun 2012, melepaskan rock yang paling murni dan kuat untuk Hits radio mainstream di tahun itu.

Racikan Dead Sara adalah persilangan antara Iggy Pop dan Kurt Cobain, Armstrong dapat menyemburkan kehangatan dengan suaranya dan pada satu saat gendang telinga anda akan tertiup oleh jeritan nyatanya. Gitaris Siouxsie Medley dengan bakatnya juga menggabungkan keindahan riff gitarnya yang terpompa keluar di trek seperti ‘Weatherman’ dan ‘Monumental Holiday.’

12. How to Destroy Angels’ Mariqueen Maandig

 How to Destroy Angels’ Mariqueen Maandig

How to Destroy Angels’ Mariqueen Maandig

Sebelum menikah dengan Trent Reznor dalang dari band Nine Inch Nails, Mariqueen Maandig merupakan pentolan band dreampop West Indian Girl. Grup ini membuat suasana kaustik dengan pengaruh gelap Reznor yang berbaur di How to Destroy Angels.

Suara tenang dan halusnyanya layaknya tubuh dia yang molek membantu untuk membuat elemen halus di musik murung yang diracik oleh Reznor, Atticus Ross, dan Rob Sheridan. Sejak 2010, How to Destroy Angels telah merilis dua EP dan debutnya full mereka. Sudah pasti kita bisa terbawa suasana dari kreasi musiknya lewat suara Maandig yang seakan suara dan musiknya menuntun para pendengar melalui jurang apa pun yang melintas di benak kita.

13. Epica’s Simone Simons

 Epica’s Simone Simons

Epica’s Simone Simons

Simone Simons seorang mezzo-soprano vokalis band symphonic metal asal Belanda Epica. Hanya pada usia 28 tahun, Simons telah menyapu dunia Metal selama satu dekade dengan suara opera nya.

Awalnya dijuluki Sahara Debu, Epica terbentuk pada akhir tahun 2002, dengan Simons dengan aspek klasiknya menggantikan vokalis sebelumnya Helena Michaelsen (Trail of Tears). Dengan kehangatan suara Simons, Epica telah menjadi ikon symphonic metal, dan telah merilis lima album full. Pada April 2013, Simons mengumumkan bahwa dia telah hamil anak pertama pada akhir musim panas 2013.

14. Sick Puppies’ Emma Anzai

 Sick Puppies’ Emma Anzai

Sick Puppies’ Emma Anzai

Cukup menarik sebuah cerita seorang Bassist Emma Anzai dengan bandnya Sick Puppies. Band ini terbentuk ketika ia dan Shimon Moore keduanya memesan kamar untuk sebuah praktek di sekolah tinggi mereka di waktu yang sama. Mereka memutuskan untuk memoles bersama-sama dan akhirnya lahirlah band.

Dia mengambil pekerjaan sebagai telemarketer untuk membantu mendanai EP pertama band. Band Australia ini mengusung rock alternatif dengan uptempo dan di dorong dengan ritme bermain Emma.

15. Kittie’s Morgan + Mercedes Lander

 Kittie’s Morgan + Mercedes Lander

Kittie’s Morgan + Mercedes Lander

Band Kanada “Kittie” mengusung genre metal dengan album debut mereka, ‘Spit,’ pada tahun 1999. Anggota band yaitu Morgan yang hanya berusia 17 th sedangkan Mercedes berusia hanya 15 th ketika album ini dirilis, tapi yang pasti bahwa lagu itu ditulis ketika usia mereka bahkan lebih muda.

Sudah jelas bahwa ada banyak kecemasan untuk para remaja pada awal tahun band ini muncul dengan kebencian yang di tuangkan dalam karyanya. ‘Spit’ agak berantakan, tapi hal tersebut mencerminkan sifat remaja mereka yang sembrono. Setelah tahun-tahun berlalu, peran Morgan benar-benar tumbuh sebagai vokalis untuk Kittie dan menampilkan lagu yang lebih dewasa dan kuat dengan Mercedes di belakang kit dan sebagai backing vocal.

16. Kat Katz

Kat Katz
Kat Katz

Kat Katz adalah salah satu wanita paling berpengaruh di dunia belakang mic. Terinspirasi oleh Thorr Hammer frontwoman Runhild Gammelsæter, Katz mengembangkan suara jeritan yang menusuk dan gutturals yang rendah sewaktu dia masih duduk di bangku sekolah tinggi.

Gayanya telah membawa karakter yang luar biasa untuk grind Agoraphobic Nosebleed, doom titans Salome dan bahkan Pig Destroyer dengan penampilannya sebagai bintang tamu pada album penuh Pig Deastroyer th 2004, Terrifyer, dan album Book Burner th 2012. Kat terlihat tidak berbahaya, tapi jangan biarkan anda tertipu pesona penampilan fisik dia. Agresi vokal dia yang keras akan benar-benar merobek telinga kita.

17. Skillet’s Korey Cooper + Jen Ledger

 Skillet’s Korey Cooper + Jen Ledger

Skillet’s Korey Cooper + Jen Ledger

Di band Skillet tidak hanya satu, tapi dua wanita berbakat di antara barisan personilnya. Korey Cooper memainkan gitar, keyboard, dan memberikan backing vokal sementara Jen Ledger sebagai tulang punggung band di belakang perangkat Drum serta sebagai backing vokal tambahan.

Meskipun tak satu pun dari wanita ini menjadi anggota pendiri, seseorang akan kesulitan untuk berpendapat bahwa Skillet tidak lebih baik karena induksi mereka ke band. Korey telah menjadi anggota sejak tahun 1999, dan backing vokal nya telah menciptakan kontras yang hangat antara suara kasar dari John Cooper. Jen di balik perangkat drumnya, memberikan backing vokal lebih mendalam dengan penambahan suaranya.

18. Carina Round

 Carina Round

Carina Round

Perhatikan dengan seksama si Carina Bundar. Ditarik oleh Maynard James Keenan menjadi rekan untuk vokalnya di band Puscifer di album brilian 2011 ‘Conditions of My Parole,’ Carina adalah musisi serbaguna yang musiknya melampaui genre.

Carina juga merupakan penulis lagu. Album ‘Tigermending’ adalah albumsolo terbaru Carina, membuktikan pada pendengar bahwa dia memanfaatkan seluruh keterampilan yang unik yang bisa menarik perhatian band lain.

19. Flyleaf’s Kristen May

 Flyleaf’s Kristen May

Flyleaf’s Kristen May

Kristen Mei mungkin paling dikenal saat ini sebagai penyanyi baru untuk Flyleaf, ia telah berada di dunia musik selama hampir satu dekade. Sebelumnya dia di band rock Vedera dan memberikan kontribusi fleksibilitas nya bernyanyi dan bermain gitar serta piano selama rentang tiga album sebelum kelompok dibubarkan.

Kristen May memiliki suara yang luar biasa yang telah persembahkan untuk kelancaran transisi tidak hanya bagi mereka di band, tapi untuk para fans juga. Energi yang ia bawa ke Flyleaf ketika live sungguh eksplosif dan bisa menjadi nafas baru yang segarkan untuk band dan meringankan skeptis dalam kelompok itu.

20. Julie Christmas

Julie Christmas
Julie Christmas

Bagi yang mencari musik Metal yang aneh / unik, eksperimental, si misterius Julie Christmas mungkin menjadi candu baru Anda.

Dari Brooklyn, NY, Julie Christmas  merupakan pentolan grup rock Made Out of Babies yang sudah menelorkan tiga album. Julie Christmas juga menjadi vokal untuk supergrup post-metal Battle of Mice sebelum memulai karir solonya. Meski tak lagi dikelilingi oleh mantan teman band terdahulunya, Julie Christmasl menciptakan beberapa karya besar dalam karirnya di debut album solonya, ‘The Bad Wife.’ Cukup mendengarkan lagu ‘Bow’ kualitas dari Julie Christmas sudah terlihat jelas .

21. Doro Pesch

Doro Pesch
Doro Pesch

Doro menciptakan namanya sebagai penyanyi untuk traditional heavy metal Warlock dengan lagu-lagu seperti I Rule the Ruins” dan “All We Are.” Suaranya kadang agresif dan kadang bernyanyi dengan suara nyanyian malaikat di lain bagian lagu. Campuran kemampuan vokal itu memungkinkan Doro Pesch semakin melambung setelah beberapa masalah hukum dengan Warlock dan band Doro.

Dengan selusin album dengan band-nya eponymous itu, Doro masih mempesonakan fans Heavy Metal di seluruh dunia dengan suara yang luar biasa dan tinggi. Sekarang dia sudah ada di musik ini selama hampir 20 tahun, tapi tidak menunjukkan tanda-tanda melambat, malah menambah warisannya.

22. Skunk Anansie’s Skin

 Skunk Anansie’s Skin

Skunk Anansie’s Skin

Anda mungkin tidak mengenali nama Deborah Anne Dyer, tetapi Anda mungkin mengenalnya sebagai Skin. Vokalis band Inggris Skunk Anansie sejak tahun 1994, gaya vokal soulful nya namun agak agresif selama lima album studio.

Meskipun aktif dengan Skunk Anansie selama pertengahan tahun 90an-ke-akhir, band split pada tahun 2001, pada tahun 2009 untuk membuat album ‘Wonderlustre’ dan ‘Black Traffic. ” Skin juga mempunyai karir solo yang sukses, bisa dilihat dari kumpulan solonya , ‘Fleshwounds’ dan ‘Fake Chemical State.’ Perempuan ini telah menjadi ikon rock Inggris untuk gaya vokal dia yang fantastis dan rambut pendek. Kulitnya juga membantu memecah hambatan rasial dalam musik Rock.

23. Kylesa’s Laura Pleasants

Kylesa’s Laura Pleasants
Kylesa’s Laura Pleasants

Berasal dari metal mecca of Savannah, Georgia, vokalis dan gitaris band Kylesa : Laura Pleasants layaknya setan dan malaikat.

Melalui gitarnya keluar riff sangar, gaya vokalnya memikat. Album Kylesa ‘Ultraviolet,’ memiliki lagu yang brilian seperti ‘Unspoken,’ Landing ‘Hering’ dan ‘Grounded.’

24. Eluveitie’s Anna Murphy + Meri Tadic

Eluveitie’s Anna Murphy + Meri Tadic
Eluveitie’s Anna Murphy + Meri Tadic

Eluveitie adalah sebuah band melodic death metal asal swiss yang sejak 2002 . Apa yang membuat band begitu asik adalah kontribusi dari Anna Murphy pada hurdy gurdy dan Meri Tadic pada biola.

The hurdy gurdy adalah alat musik rakyat yang berasal sekitar milenium yang lalu. Anna dan Meri membantu untuk menentukan suara Eluveitie serta pertunjukan mereka bisa lebih hidup. Kedua wanita yang tak tergantikan. Sangat beruntung menemukan mereka ini yang ingin bermain instrumen dan tur dengan band death metal!

25. Sarah Jezebel Deva

 Sarah Jezebel Deva

Sarah Jezebel Deva

Suara Cradle of Filth mungkin Dani Filth, tapi Sarah Jezebel Deva layak mendapatkan kredit karena melalui dia musik Cradle of Filth keluar.

The British siren dan classical gothic pipes darinya membawa aura Cradle of Filth menjadi simfonik dan neoklasik sepanjang karir. Deva juga bekerja sama dengan Therion, Mortiis, Angtoria dan Graveworm. Deva meninggalkan Cradle of Filth pada tahun 2008 setelah 14 tahun bersamanya, dan memulai karir solo dan ia telah merilis tiga album. penyanyi ini telah mengalami karir yang fenomenal dan dia masih punya banyak untuk ditawarkan.

26. Butcher Babies’ Heidi Shepherd + Carla Harvey

 Butcher Babies’ Heidi Shepherd + Carla Harvey

Butcher Babies’ Heidi Shepherd + Carla Harvey

Meskipun Butcher Babies baru akan merilis album debut mereka ‘Goliath’ tahun 2013 Century Media, band ini telah menerima banyak perhatian dengan vokal gandanya Heidi Shepherd dan Carla Harvey. Duo yang menakjubkan yang didukung oleh bagian instrumen semua-laki-laki, hingga mereka disebut “The Hottest Band in the World.”

Berasal dari Hollywood Sunset Strip, Butcher Babies akan tampil sepanjang 2013 Mayhem Festival, membawa pertunjukan dengan kesan hororseperti Alice Cooper dan Rob Zombie. Bahkan jika Anda belum pernah melihat Butcher Babies, pertunjukan live mereka dapat dibayangkan sepenuhnya pada lagu seperti ‘I Smell a Massacre’ dan ‘The Deathsurround.’

27. Huntress’ Jill Janus

 Huntress’ Jill Janus

Huntress’ Jill Janus

Dia penyihir! Tapi jangan membakar dia. Vokalis Huntress “Jill Janus” terlalu bagus untuk itu.

Janus sebenarnya adalah penyanyi opera terlatih, tetapi meskipun bakat vokalnya berkisar empat oktaf coloratura soprano, gaya jeritan mematikan di Huntress, bukan bertujuan untuk membuat kesan suara berat yang menonjol, memang itulah karakter suara dia. Janus tidak membawa keindahan seksualitas untuk daya tariknya, malah dia sering berbusana dan berpakaian tertutup dari kepala hingga ujung kaki, dan dia tidak penipu dengan busananya itu. Gaya vokal yang kuat adalah aspek yang paling mengesankan dari musik Huntress ‘ dibanding seksualitasnya.

28. Royal Thunder’s Mlny Parsonz

Royal Thunder’s Mlny Parsonz
Royal Thunder’s Mlny Parsonz

Royal Thunder terjun ke musik heavy metal / rock tahun lalu dengan album debut mereka, ‘CVI.’ Band ini memainkan psychadelic rock diwarnai blues.

Mlny Parsonz meminjamkan bakat vokalnya untuk mengangkat musik Royal Thunder ke tingkat yang baru. Dia mampu menyampaikan suasana menjadi begitu tersesat dan sendirian dengan penuh perasaan. Tidak hanya menjadi vokalis, Ms Parsonz juga sebagai bassis.

29. Straight Line Stitch’s Alexis Brown

Straight Line Stitch’s Alexis Brown
Straight Line Stitch’s Alexis Brown

Grup metalcore bergantung pada kinerja vokal yang kuat untuk menjaga lagu-lagu mereka mengalir dengan kecepatan tetap, dan ketika kekuatan itu yang di inginkan, dengarkan Straight Line Stitch’s Alexis Brown.

Dengan Straight Line Stitch, Alexis Brown meruntuhkan baik gender dan hambatan rasial sejak tahun 2003. Terlepas dari jenis kelamin untuk jenis musik metalcore tengoklah trek seperti ‘Conversion’ dan ‘Remission’’ dan juga dengarkan teknik menyanyi bersihnya dalam lagu ‘One Reason. Straight Line Stitch sebuah band yang harus dicermati.

30. Darkened Nocturn Slaughtercult’s Onielar

Darkened Nocturn Slaughtercult’s Onielar
Darkened Nocturn Slaughtercult’s Onielar

Darkened Nocturn Slaughtercult band black metal asal jerman dengan vokalis wanita ini sayang bila di abaikan.

Onielar, keturunan Polandia, memiliki tugas ganda sebagai gitaris dan vokalis dengan corpsepaint-menghiasi penampilan kuartet ini. Band black metal ini telah merilis 5 album yang luar biasa lengkap, dengan riffing, ketukan ledakan tanpa henti, dan jeritan serak dari Onielar.

Sebagai satu-satunya sisa anggota pendiri Darkened Nocturn Slaughtercult, ini adalah visi kreatif Onielar dan membuat tanda pada sejarah black metal. Onielar adalah salah satu yang terbaik yang ada.

31. Sigh’s Dr. Mikannibal

Sigh’s Dr. Mikannibal
Sigh’s Dr. Mikannibal

Black metal telah menjadi nama panggungnya selama bertahun-tahun, tapi di sini, gelar Doctor adalah lelucon. tapi itu adalah benar…Dr Mikannibal memiliki gelar Ph.D nya dalam fisika, namun masih menemukan waktu untuk bermain band black metal “Sigh”.

Suaranya dan permainan saxaphone liarnya telah membawa dinamika baru ke band Jepang ini baik di studio dan di panggung. Kadang-kadang dikritik karena memakai pakaian yang minim di panggung, Dr Mikannibal telah menyatakan dalam wawancara bahwa dia merasa nyaman menjadi simbol seks dan senang dengan tubuhnya dan penampilan. Dia memakai pakaian ini karena dia hanya menyukainya, bukan untuk mendapat perhatian dari para laki-laki.

32. Bolt Thrower’s Jo Bench

 Bolt Thrower’s Jo Bench

Bolt Thrower’s Jo Bench

Bolt Thrower ini bisa dibilang band terberat di dunia, tidak ada bagian kecil untuk bassist yang dibesut oleh Jo Bench. Mungkin dia merupakan wanita pertama yang ada di extreme metal scene, dia telah berada band death metal selama 26 tahun.

Sementara banyak perempuan di band heavy metal terus-menerus dalam sorotan, Bench tetap cukup tenang selama seperempat abad terakhir dan puas dengan apa yang didapatnya diatas panggung, bermain tanpa embel-embel death metal. Bolt Thrower memiliki rasa yang luar biasa dari alur musiknya dan tidak pernah bisa sama tanpa pukulan nada bass Jo serta gaya bermainnya.

33. Crucified Barbara

Crucified Barbara
Crucified Barbara

Crucified Barbara adalah jawaban untuk band hard rock modern Girlschool. Mia Coldheart adalah salah satu gitaris pendiri kelompok gadis Swedia ini dan diberikan tugas vokal setelah kepergian vokalis asli mereka.

Crucified Barbara diisi oleh gitaris / backing vokalis Klara Force, bassis Ida Evileye dan drummer Nicki Wicked. Jangan biarkan penampilan mereka menipu Anda, para musisi di Crucified Barbara semua merupakan instrumentalis terampil, mereka bersama-sama untuk membentuk sebuah band rock-solid.

34. Lita Ford

 Lita Ford

Lita Ford

Lita Ford dalam merupakan salah satu dari sekian banyak rocker dan musisi metal perempuan. Setelah bergabung dengan Runaways yang legendaris di usia 16 th, Ford mampu memamerkan kepiawaiannya bermain gitar selama empat tahun sebelum kelompok ini bubar.

Ford memilih untuk solo karir  dan sukses setelah ‘Lita’ dirilis pada tahun 1988. Siapa yang tidak menyadari kemampuan shredding Ford di ‘Kiss Me Deadly yang menjadi hit Rock. Selama outro lagu itu, Ford memecahkan Format pop dengan membual kemampuan solo nya, yang hampir tak tertandingi pada saat itu. Dewi rock ini telah menulis lagu dengan artis legendaris seperti Ozzy Osbourne, Lemmy Kilmister, Nikki Sixx dan banyak lainnya. Sampai hari ini, Lita Ford masih sangat kuat, setelah merilis ‘Living Like a Runaway’ 2012, dengan bangga mengklaim bahwa “the b-tch is back!”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s