Dream Theater

10 Lagu Terbaik Dream Theater


Dream Theater
Dream Theater

 

Dream Theater sebenarnya adalah band yang paling saya “Benci”. Alasannya sederhana, sebab dari awal saya berusaha membawakan lagu-lagu band “Prog Sibuk” ini tidak pernah bisa (Dalam kapasitas saya sebagai gitaris), alhasil setiap saya dan band membawakan lagu mereka untuk perform manggung selalu kami sederhanakan dengan memotong bagian part solo gitar yang njelimet bikin jari bahkan tangan kesrimpet dan diganti dengan aransemen atau potongan arr musik dari band lain yang kiranya kami anggap catchy seperti penggalan musik dari lagu Queen dll. Yang lebih parahnya kami sering meniadakan part bagian keyboard karena kami tidak memiliki player keyboard😀 hehehe…..

Memilih 10 lagu terbaik Dream Theater bukanlah tugas yang mudah, dengan beberapa lagu yang sangat baik tidak ada dalam daftar ini, tapi team loudwire berusaha melakukan yang terbaik untuk mengupas kekayaan mereka dalam memilih berbagai lagu untuk alasan yang berbeda. Berikut adalah pilihan loudwire untuk 10 lagu Terbaik Dream Theater :

10. ‘Take the Time’

‘Images and Words’ (1992)

‘Take The Time’ adalah salah satu lagu Dream Theater yang paling klasik. Band ini bisa menyuguhkan aransemen sampai ke suara pop dengan anthemic dan bagian chorus yang mengesankan, tetapi sebaliknya memiliki peregangan dengan bagian tengah yang luar biasa intens, playful dan jazzy instrumental. Lagu ini juga menunjukkan vokal James LaBrie begitu menyengat seperti pembangkit tenaga listrik dan solo keyboard yang indah dari Kevin Moore, serta permainan solo ganda yang ciamik dan manis antara Moore dan John Petrucci. Lagu ini diakhiri dengan brilian yang mengingatkan kita, “You can find all you need in your mind / If you take the time.”

9. ‘Lost Not Forgotten’

‘A Dramatic Turn of Events’ (2011)

Lost Not Forgottendisertakan pada album A Dramatic Turn of Events,’ tahun 2011 yang merupakan album dengan drumer barunya Mike Mangini. Lagu epik yang dimulai dengan intro piano yang indah sebelum meluncurkan ke ritme berat khas ala DT dengan menampilkan ritme sinkopasi rumit, kacau dan intens yang merupakan ciri paternnya yang membuatku makin “membenci” band ini hehehehe…… Lirik yang ditulis  John Petrucci menceritakan kisah seorang tiran kuno yang bertekad menaklukkan dunia dan pada akhirnya mendapatkan apa yang akan terjadi padanya. Mangini membuktikan permainanya dibelakang perangkat drumnya untuk raksasa progresif metal.

8. ‘Peruvian Skies’

‘Falling Into Infinity’ (1997)

‘Peruvian Skies’ trek yang ada di album dengan gambar 2 orang yang saling ngintip pakai teropong😀 ‘Falling into Infinity’ tahun 1997 sebuah trek gelap dan murung yang menunjukkan sisi yang berbeda dari DT. Lagu ini dibangun dengan 2 versus dan chorus yang berbeda sebelum mengalir ke solo John Petrucci yang anggun bak rambut penyanyi anggun c sasmi di iklan sampo😀. DT menghadirkan sebuah tendangan Rock yang keluar dari riff – riff mereka sebelum mencapai puncak klimak yang berhenti secara tiba-tiba di ujung aspal pondok gede😀 .

7. ‘As I Am’

‘Train of Thought’ (2003)

“As I Am ‘ persembahan dari DT, lagu gelap dan sangat berat di album studio ketujuh th 2003 ‘Train of Thought.’ Pecinta DT tidak akan menyesal sambil menangis dengan suguhan DT ini, dijamin pecinta DT akan muter-muterin kepala walau gak punya rambut panjang dan pasti mengingat lirik dan gesekan gitar John Petrucci yang sangat memorable ini ampe tuwir kiwir-kiwir.

6. ‘Misunderstood’

‘Six Degrees of Inner Turbulance’ (2002)

‘Misunderstood’ mungkin adalah lagu power balladnya Dream Theater. Lagu ini hampir 10 menit, terdapat pada album‘Six Degrees of Inner Turbulence.’ Dimulai hanya dengan intro gitar yang kalem dengan menampilkan progresif akord yang indah sebelum James LaBrie masuk menyanyikan lirik pedih menyayat-nyayat melebihi goresan kata-kata surat putus cinta dari selingkuhan yang berfokus pada kesendirian dan kesedihan yang mendalam sedalam lautan biru. Dan sesaat sebelum tendangan bebas pinalti pada musik full di chorus kedua, gitar Petrucci membuka jeritan sebelum ia memainkan nada rendah cord ‘D’ yang dipastikan penggemar DT akan memutar-mutar kasetnya hingga kusut untuk mendengarkan lagi dan lagi dan lagi dan lagi.

5. ‘Lie’

‘Awake’ (1994)

Lagu ‘Lie’ tahun 1994 di album ‘Awake’ adalah lagu terpendek di daftar ini, waktunya hanya 04:40 bro. Lagu ini memiliki riff berat gelap dan solo gitar menyala dari Petrucci. Ini adalah pokok dari awal Dream Theater dan berisi kenangan Kevin Moore menulis di bagian chorus, “Don’t tell me you wanted me / Don’t tell me you thought of me / I won’t / I swear I won’t.” lagu ini benar-benar diatur dengan baik di album ‘Awake’ tepat setelah lagu ‘Mirror’ yang berakhir pada cord yang sama pada lagu ‘Lie’ dimulai. Dua lagu berbaur mulus memberikan ilusi audio menjadi satu lagu lagi.

4. ‘Pull Me Under’

“Images and Words’ (1992)

‘Pull Me Under’ adalah lagu yang paling dikenal, yang berfungsi sebagai pengenalan Dream Theater kepada massa didepan gedung DPR RI hehehe. Videonya banyak diputar di MTV Headbangers Ball dan membuat penyiaran radio murah hati untuk memutarnya. hingga lagu ini bertengger di Top 10 di tangga lagu rock. ‘Pull Me Under’ adalah pusat dari album ‘Images and Words’ tahun 1992 dengan fitur signature riff berat mereka, pola musik yang komplek, sifat progresif dan virtuoso mereka yang sebenarnya.

3. ‘Home’

‘Metropolis 2: Scenes From a Memory’ (1999)

Sulit memilih hanya 1 lagu terbaik DT di album ‘Metropolis 2: Scenes from a Memory,’ tahun 1999, ‘Home’ lagu yang menonjol. Lagu terpanjang di album ini, lebih dari 13 menit, dimulai perlahan-lahan dengan tema Timur disusul bassis John Myung masuk ke tema utama lagu tsb. Frontman James LaBrie dan drummer Mike Portnoy memamerkan beberapa harmoni vokal low-end manis. Sementara itu, Portnoy menulis lirik dengan menggali lebih dalam sebuah cinta segitiga yang tragis di tengah kansep album ini. Pada menit ke 08:40 trek ini, Jordan Rudess mengisi part yang ruwet njlimet ingar bingar sendirian dengan keyboardnya yang beli sendiri bukan pinjaman😀 kemudian disusul Petrucci dengan lengkingan harmonik tekniknya sebelum masuk menuju ke mode rusak gak karuan bikin tanganku gemeter. Perlu dicatat bahwa lagu ini berisi beberapa tema musik dan riff awalnya yang diletakkan di lagu ‘Metropolis, Pt. 1: The Miracle and the Sleeper.’

2. ‘A Change of Seasons’

‘A Change of Seasons’ (1995)

‘A Change of Seasons’ sebuah lagu dengan durasi 23 menit yang ada di EP th 1995, di dalam album tsb terdapat cover lagu yang luar biasa dari Deep Purple ‘Perfect Strangers,’ Led Zeppelin dan banyak lagi. Lagu yang mengeksplorasi banyak tema musik dan motif pada perjalanannya melalui empat musim. Ini menunjukkan dari semua sisi permainan virtuoso band ini, dari suara gitar akustik lembut tapi gelap dengan beberapa riff mereka terberat dan terdalam hingga bergeser ke permainan cepat mereka. Lagu ini juga dilengkapi lirik yang luar biasa yang ditulis oleh drumer Mike Portnoy, yang terinspirasi oleh meninggalnya ibunya. “Seize the day / I heard him say / Life will not always be this way / Look around / hear the sounds / cherish your life while you’re still around.”

1. ‘Metropolis, Pt. 1: The Miracle and the Sleeper’

‘Images and Words’ (1992)

‘Pull Me Under’ mungkin lagu yang paling dikenali dari band ini, tetapi ‘Metropolis’ yang juga ada di album ini merupakan trobosan bagi album ‘Images and Words’ dan merupakan lagu favorit untuk penggemar sejati, dengan durasi sembilan menit lagu ini mendefinisikan ciri khas dari Dream Theater yang menampilkan riff yang sangat berat dan tempo yang berubah-ubah. Hal itu benar-benar menunjukkan kemampuan dari setiap anggota band ini karena mereka memainkan musik tetap penuh harmoni ditengah musik “kacau balau” yang entah bagaimana mereka semua bisa mulus bekerja sama.

One thought on “10 Lagu Terbaik Dream Theater”

  1. Setuju hehe tapi Buat saya ada yang ketinggalan lagu a fortune in lies (when dream and day unite) sama under a glass moon (images and words) hehe

    Keren artikelnya… !!! Hehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s