Category Archives: Bandera Lokal

ALIRAN MUSIC “SNACK ROCK” BAND “SPICY CHOCOLATE”, BEGITULAH MEREKA MENAMAKAN ALIRAN MUSIKNYA


SPICY CHOCOLATE
KIKA : FELIX [BASS], PIPIC [GITAR], RICKY [DRUM], LEO [VOCAL]
SPICY CHOCOLATE sebuah SNACK ROCK makanan ringan / camilan untuk para Rocker, SNACK ROCK lebih renyah dan ringan dibanding HARD ROCK hehehehe….

SPICY CHOCOLATE yang beranggotakan FELIX [BASS], PIPIC [GITAR], RICKY [DRUM], LEO [VOCAL] berusaha tetep eksis walaupun sering gonta ganti nama band dan personil, Band yang dulunya berasal dari Surabaya ini hijrah ke Jakarta untuk satu tujuan adu nasib [ Klik disini untuk detil perjalanan Band]. Dalam proyek Band ini para personil berusaha untuk tetap memiliki rasa senang, nyaman, dan tidak kompromi dengan pasar, di samping malakukan aktifitas utama pekerjaan mereka masing-masing.

Sebelumnya band ini bernama HV [High Voltage] kala masih di Surabaya dan berubah menjadi PILAR, terus AKAR dan sempat lama kebingungan mendapatkan nama lagi. SNACK ROCK sempat di sarankan oleh Pipic tapi terlalu sempit maknanya dan akhirnya nama SPICY CHOCOLATE yang disarankan oleh Felix menjadi pilihan karena terkesan catchy, SPICY yang berarti Pedas Berbumbu dan CHOCOLATE [siapa di dunia ini yg tidak kenal coklat ??!!], kami menganggap lagu-lagu kami layaknya Coklat yg kami sukai seperti sebuah rasa cinta yang sangat universal yang kebanyakan lagu kami menceriterakan rasa itu dan kami bingkai dengan musik yang berbeda-beda, sebagian besar cenderung keras musiknya [bagi kami sih….hehehe] akhirnya menjadi sebuah Coklat yang Berbumbu Pedas.

Dengan nama band yang bisa mewakili musik kami tersebut, Pipic teringat nama yang pernah disodorkan, akhirnya Pipic menyarankan untuk mengikut sertakan nama itu menjadi sebuah aliran musik SPICY CHOCOLATE lebih tepatnya gaya bermusik yaitu aliran SNACK ROCK untuk menamai genre yang mereka usung tanpa harus mendapat pengakuan dari kalayak umum karena itulah nama panggilan kami sendiri untuk gaya musik kami.

Saat ini lagu-lagu SPICY CHOCOLATE dalam tahap penyempurnaan, ada 17 lagu yang siap kami release satu demi satu dengan jalur Indie

Dibawah ini lagu SPICY CHOCOLATE dengan alirannya SNACK ROCK dengan judul ” HASRAT TAK SAMPAI ” (Versi Demo) :

Website :

– http://www.reverbnation.com/spicychocolate

– https://soundcloud.com/spicychocolate

– http://www.myspace.com/spicychocolate.snackrock

– https://www.facebook.com/pages/SPICY-CHOCOLATE/115959410183

– Twitter : @SnackRocker

SINGLE KE-2 DIS&THAT “SAHADAT CINTA”


Dis&That Band
Foto By https://www.facebook.com/DisNThat

Setelah berhasil release Hit Single pertama “Berantakan“, kini Dis&That band besutan Yudis Dwikorana yang masuk dalam 25 Musisi Paling Berpengaruh Di Indonesia Personel Guest Band Pada Era 1990-an (Klik disini untuk detilnya) ( Artis yang telah di produseri antara lain : Fariz R.M, Iwa K, Pesta RAP, Agnes Monica, Dewi Sandra, dll ) kali ini telah merelease Hit Single ke 2 dengan judul “Sahadat Cinta” yang sudah tersedia mulai 28 Februari 2013 di iTunes (search DIs&THat).

Lagu “Sahadat Cinta” dikemas sederhana minimalis dengan instrumen utama akustik gitar. Lagu yang berdurasi 02:49 bagiku sangatlah berkesan karena sebagai Theme Song 9th Anniversary pernikahanku dengan Istri Tercinta Eva Primayuana Wahidin yang saat itu aku rayakan di Bali bersama anakku Naufal Akbar Affan Vansuri yang sempat hilang di bandara Soekarno Hatta terminal 3.

Kerasa adem dengerin lagu Sahadat Cinta yang bisa meredam panasnya pantai Kuta Bali. “….Begitu dekat, begitu cepat, hati bicara tanpa kata..” penggalan lirik Sahadat Cinta yang lagunya terus aku request saat itu di OZ Radio Bali. Petikan gitar mas Yudis Dikorana mengingatkan aku ketika aku masih bekerja di setudio miliknya “Kamar Musiq”, hampir 24 jam setiap hari kami membicarakan masalah produksi musik… masih belum berubah tone yang keluar dari tangan mas Yudis malah yang aku rasa makin kena soulnya hehehe…. suara vokal Agus Salim Luqman kerasa banget bisa wakili liriknya. Ketika masuk koor menambah suasana megahnya sebuah perasaan cinta manusia.

Lagu Sahadat Cinta dari Band yang beranggotakan Agus Salim Luqman (vokal), Yudis Dwikorana (Gitar), Fajar Adi Nugroho (bas), dan Sirhan M Bahasuan (drum) bisa direquest saat ini di Radio OZ bali dan Ardan Bandung dan akan menyusul di radio-radio lainnya, bila kalian ngerasa suntuk, boring, jenuh dengan band-band major label yang kerasa menjejali telinga dan mata lewat TV… maka karya-karya Dis&That yang notabene indie label perlu di coba untuk menjadi formula obatnya hehehehe.

Mungkin masih banyak yang belum mengenal Dis&That. Nah, dari bocoran yang saya tahu dan bisa juga dilihat di video-video live mereka di Youtube, band ini memang terkesan mengusung paham Lintas Batas Genre…atau yang biasa kita kenal dengan nama sebutan “eklektik”. Selain gabungan warna soul dan rock yang kental disajikan dengan sinkopasi beat yang groovie, pengaruh musik rock&roll dan blues juga sangat berperan dalam lagu-lagu mereka. Bahkan ada lagu bernuansa folkie dan ballad seperti yang kalian bakal dengar di lagu Sahadat Cinta single ke-2 ini.

Sayang sekali, sejak akhir desember tahun 2012 lalu, vocalis band ini, Agusalim Luckman, pita suaranya membengkak entah karena virus atau over praktis, sehingga band ini pun vakum sudah hampir 3 bulan. Tetapi kabarnya sekarang kondisinya mulai membaik dan diharapkan segera dapat beraktifas normal kembali. Oh, iya sebagai informasi tambahan, Dis&that merencanakan akan merilis EP atau full album pada akhir Mei 2013 atau seperti dikatakan gitarisnya Yudis : “yaa karena masih ada dua lagu dari Vocalis Agus belum take vocal, mungkin kita akan merilis EP saja, tergantung situasi. Mohon doanya” , demikian ujarnya.

Band yang pernah masuk nominasi dua kategori di  : 1. BEST SOUL/R&B SONG  dan 2. FAVORITE GROUP BAND versi ICEMA dan sering berpartisipasi di ajang-ajang musik bergengsi seperti Java Soul Nation dan Jarum Jakarta Blues Festival Saat ini sedang dalam proses pembuatan Video Clip “Sahadat Cinta”. Soooo…jangan ketinggalan… 🙂

Facebook : https://www.facebook.com/DisNThat

Twitter : @disNthat

Youtube : http://www.youtube.com/user/disNthatOfficial

By. Pipic

Power Metal


Salah satu Band Rock Lokal yang membuat aku semakin yakin untuk mendalami musik Rock yaitu Power Metal, apalagi pada waktu itu sewaktu aku duduk di bangku SMP bahwa barometer musik Rock Indonesia ada di Surabaya yang mana kotanya gak jauh dari kota kelahiranku Madiun. Ada rumor yang beredar kalau Band Rock di Indonesia kalau musiknya belum diterima di Surabaya berarti belum Syah disebut sebagai Band Rock, hhhmmmm….. inilah perjalanan Band Power Metal yang sempat aku dapat dari beberapa website :

Continue reading Power Metal

U’Camp


Tahun 90-an di era musik Rock kenceng berkibar, masih inget banget waktu itu aku masih duduk di bangku SMA tepatnya tahun 1992 muncul satu band lokal dengan nama U’Camp asal Bandung : Iram (gitar)Sandy (drum)Rudi (vokal)Erry (bass)Ovy (gitar)
dengan Titel Albumnya Bayangan dan dengan Hit yang sama dengan titel album “Bayangan” Produksi Metrotama, hampir tiap hari lagu tersebut diputar di radio-radio dan televisi. Fenomenal memang lagu dari band tempaan di wadah Bengkel Gong binaan Ian Antono ini yaitu lagu Bayangan yang menunjukkan skil Two Handed Tapping yang begitu menonjol di lagu ini.

Continue reading U’Camp

Blingsatan


Segalanya bermula pada paruh akhir 2004 ketika Arief & Amir, mantan pemain bas dan drum band legendaris Surabaya, Karpet (almarhum), mengajak serta Dave untuk membentuk kelompok musik. Saka, yang tak betah dengan pekerjaannya di Amerika Serikat, kemudian juga bergabung mengisi posisi gitar. Namun belakangan Dave berkeputusan mundur hingga jajaran personel menjadi trio—dan bertahan hingga sekarang.

Continue reading Blingsatan

/Rif (Rhythm In Freedom)


/rif (rhythm in freedom) merupakan grup band Indonesia  yang didirikan di Bandung, Jawa Barat. Personel /rif  “2010” adalah Andy  (vokal), Iwan (bas), Adji (gitar), Maggi (drum), dan Ovy (gitar). Sampai saat ini /rif telah menelurkan 6 album musik dengan satu album berisi kumpulan lagu terbaik dari /rif.

Grup band ini dibentuk pada tahun 1992 dengan nama Badai Band. Setahun kemudian nama mereka berganti menjadi

/Rif formasi 1

R.I.F (Rhythm In Freedom), yang memulai dengan bermain musik dari kafe ke kafe. Tahun 1995, mereka berganti nama menjadi /rif (dengan garis miring di awal nama mereka).

Beberapa kali personel mereka berganti. Hingga akhirnya dengan formasi Andy (vokal), Iwan (bas), Adji (gitar), Maggi (drum), dan Denny (gitar) mereka merambah studio rekaman di tahun 1997, dan merilis album pertama Radja yang melejitkan hits berjudul sama “Radja”. Pada bulan Oktober 1998 /rif meluncurkan album kedua, Salami, sebuah album yang sarat dengan muatan moral untuk peduli pada alam. Dua tahun kemudian, tepatnya April 2000 album ketiga berjudul Nikmati Aja diluncurkan. Dan di tahun 2002 kembali mereka merilis album keempat berjudul … Dan Duniapun Tersenyum.

Sayang, Denny kemudian mengundurkan diri lantaran tak sepaham lagi dengan /rif. Posisinya digantikan oleh Ovy, mantan gitaris Ucamp yang resmi bergabung Maret 2003 dan Sonny juga mengundurkan diri dan bergabung di band Oris hingga Jikun pun di gosipkan telah hengkang atau undur diri dari /Rif membentuk band baru yaitu Jikunsprain tapi hal tersebut terbantahkan dengan Rilisnya album baru /Rif dengan titel “7”

Diskografi

  • Radja (1997)
  • Salami (1998)
  • Nikmati Aja (2000)
  • … Dan Duniapun Tersenyum (2002)
  • The Best Of (2004)
  • Pil Malu (2006)
  • 7 (2010)

God Bless


God Bless adalah grup musik rock yang telah menjadi legenda di Indonesia. Dasawarsa 1970-an bisa dianggap sebagai tahun-tahun kejayaan mereka. Salah satu bukti nama besar mereka adalah sewaktu God Bless dipilih sebagai pembuka konser grup musik rock legendaris dunia, Deep Purple di Jakarta (1975).

Sejarah

Era 1970-an

Berdirinya God Bless berawal dengan kembalinya Ahmad “Iyek” Albar kembali ke Tanah Air setelah beberapa tahun tinggal di Belanda, ia pun berangan-angan membentuk band sendiri yang lebih serius. Beliau kembali dari Belanda bersama dengan Ludwig Lemans (gitaris Clover Leaf, band Iyek ketika masih di Belanda). Iyek lalu mengajak (almarhum) Fuad Hassan (drum) dan Donny Fattah (bass) untuk membentuk band. Inilah yang melatarbelakangi berdirinya Crazy Wheels, sebelum akhirnya band tersebut – yang mengadakan konser perdananya di TIM (Taman Ismail Marzuki) lalu mengikuti pentas musik “Summer ’28”, semacam pentas ‘Woodstock’ ala Indonesia di Ragunan, Jakarta, yang diikuti berbagai band dari Indonesia, Malysia dan Filipina – mengubah namanya menjadi God Bless pada tanggal 5 Mei 1973.

Jockie Surjoprajogo (keyboard) sendiri baru bergabung dengan Crazy Wheels/God Bless pada awal tahun 1973. Beliau dimaksudkan sebagai pengganti Deddy Dores – yang sempat bergabung dengan God Bless namun tidak bertahan lama dalam band tersebut karena harus mengurus bandnya sendiri, Rhapsodia. Namun Jockie juga tidak bisa bertahan lama. Posisi beliau pun digantikan oleh (almarhum) Soman Lubis.

Pada bulan Juni 1974, Fuad Hasan dan Soman Lubis (keyboard) mengalami kecelakaan lalu lintas di Tugu Pancoran, Jakarta Selatan. God Bless pun melalui masa berkabung. Ditambah lagi, sang gitaris Ludwig Lemans juga memutuskan untuk keluar dari God Bless. Dengan demikian, personil yang tersisa tinggal Ahmad Albar dan Donny Fattah. Untuk mengisi kekosongan pada kibor, mereka mengajak Jockie untuk bergabung kembali. Jockie lantas mengajak Ian Antono (gitar) dan Teddy Sujaya (drum) untuk bergabung dengan God Bless.

Untuk mengenang Fuad Hassan dan Soman Lubis, God Bless tampil di TIM dengan tema mengenang seratus hari Fuad Hasan dan Soman Lubis dengan atraksi mengusung peti mati diatas panggung.

Pada awalnya, God Bless bukanlah band yang memiliki lagu. Mereka hanya band yang biasa membawakan lagu-lagu orang pada setiap penampilan mereka. Proses masuknya band legendaris ini kedalam dapur rekaman dimulai dengan coba-coba. Mereka menulis lagu, dan lantas merekamnya. Mereka merekamnya di sebuah studio yang dikelola oleh Alex Kumara (ahli broadcast). Rekaman-rekaman ini bisa sampai ke telinga PT Aquarius Musikindo karena Suryoko – bos Aquarius – sering belajar gitar di rumah Ian. Mereka berdua memang sudah bersahabat sejak lama. Dan pada tahun 1975, God Bless merilis album perdananya.

Era 80-an

Menjelang pembuatan album kedua, Jockie Surjoprajogo keluar dari formasi, posisinya kemudian diambil alih oleh Abadi Soesman yang bergabung tahun 1979 dan ikut terlibat di pembuatan album Cermin (1980). Album Cermin (1980) mengandalkan lagu seperti Musisi, Anak Adam, Selamat Pagi Indonesia atau Sodom Gomorah. Pada album ini, konsep musik God Bless sedikit berubah menghadirkan ramuan aransemen lagu-lagunya terkesan lebih rumit dan membutuhkan skill tinggi dalam memainkannya. Album Cermin pun merupakan representasi dari pemberontakan God Bless terhadap dominasi industri rekaman ketika itu yang selalu mencekokkan komersialisme atas tuntutan pasar yang ketika itu sedang didominasi musik pop yang bertemakan cinta dalam pandangan secara sempit. Dua tahun setelah album Cermin dirilis,Abadi Soesman mengundurkan diri.

Pada sekitar tahun 1980-an, salah satu promotor rock asal Surabaya, Log Zhelebour mulai gencar mementaskan festival rock di Indonesia, dan mulailah membangunkan God Bless dari “tidur panjangnya” dengan menjadikan lagu-lagu God Bless sebagai lagu “wajib” juga personilnya menjadi juri di festival yang akhirnya banyak melahirkan band-band rock di Indonesia, seperti Grass Rock, Elpamas, sampaiSlank.

Dari sekedar menjadi juri tersebut, pada tahun 1988 God Bless akhirnya melahirkan album come back Semut Hitam yang meledak di pasaran waktu itu, dengan hitsnya seperti Rumah Kita, Semut Hitam, atau Kehidupan. Di album ini, terjadi lagi perubahan konsep musik God Bless. Dari yang tadinya lebih bernuansa rock progresif secara drastis berubah menjadi sedikit lebih keras dengan adanya pengaruh musik hard rock dan heavy metal. Album ini juga menjadi inspirasi anak muda agar dapat terus berkarya dalam bidang musik rock. Namun,setelah albumSemut Hitam keluar, Ian Antono menyatakan keluar dari formasi God Bless. Posisinya kemudian digantikan oleh gitaris muda berbakat, Eet Sjahranie. Setelah masuknya Eet Sjahranie, pada tahun 1989 dirilislah album berjudul Raksasa dengan hits Menjilat Matahari, Maret 1989, atau Misteri. Eet Sjahranie berhasil me-refresh sound gitar Ian Antono dan menjadikan God Bless lebih agresif. Ian Antono sendiri, setelah keluar dari God Bless terhitung sukses merintis karier solo sebagai pencipta lagu, aranjer dan produser.

Era 90-an

Setelah melewati masa vakum yang cukup panjang, tahun 1997, para personel God Bless, termasuk Eet Sjahranie dan Ian Antono kembali berkumpul. ‘Workshop’ yang mereka gelar di kawasan Puncak, menghasilkan sebuah album berjudul Apa Kabar. Namun reuni ini tidak berlangsung lama karena Eet secara resmi mengundurkan diri dari formasi God Bless dan konsentrasi untuk bandnya sendiri, Edane yang sejak tahun 1992 sudah merilis album perdananya, The Beast.

Walau tidak banyak merilis album, God Bless, dianggap merupakan legenda grup musik rock Indonesia karena dianggap sebagai pelopor yang memiliki kualitas bermusik tinggi. Sepanjang perjalanannya, grup ini mengalami 15 kali lebih pergantian personil yang disebut sebagai ‘formasi’, dan saat ini tinggal Ahmad Albar (vokal), Ian Antono (gitar), dan Donny Fattah Gagola (bass) yang masih dapat dikatakan sebagai personil aktif grup.

Era 2000-an

Pada Februari 2009 lalu, mereka tampil di acara Kick Andy di Metro TV dengan 5 orang personil, yaitu Ahmad Albar (vokal), Ian Antono (gitar), Donny Fattah (bass), Yaya Moektio(drum) dan Abadi Soesman (kibor). Mereka menyatakan akan mengeluarkan album baru dalam waktu dekat ini. Dan tepat pada awal Mei 2009, God Bless akhirnya mengeluarkan album terbarunya yang berjudul 36th.

Diskografi

Album

  1. 1975 – God Bless
  2. 1980 – Cermin
  3. 1988 – Semut Hitam
  4. 1989 – Raksasa
  5. 1997 – Apa Kabar
  6. 2009 – 36th

Kompilasi

  1. 1990 – The Story of God Bless
  2. 1992 – 18 Greatest Hits of God Bless

Sumber wikipedia